Saturday, March 3, 2007

My Sweet Christmast Eve..

Chrismtast Eve ku kulewatkan di rumah cie-cieku. Ini adalah Natal pertama keluargaku dapat berkumpul lengkap setelah sekian tahun terpencar-pencar. Rencananya kami akan mengadakan Pesta Malam Natal bersama kecil-kecilan. Mengundang Pho-pho (nenek), paman dan bibi serta sepupuku yang juga hadir di Atlanta, GA untuk hadir di pernikahan cie-cieku dengan Amit pada tanggal 26 Desember 2006 nanti, serta beberapa teman akrab cie-cieku.

Menjelang malam Natal, sembari menunggu semua tamu hadir, kami menonton TV yang saat itu sedang disiarkan sebuah film anak-anak “The Polar Express”. Film ini mengisahkan tentang perjalanan anak-anak ke Kutub Utara untuk bertemu dengan Santa Clauss, yang disertai juga legenda kuno bahwa hanya anak-anak yang percaya saja yang dapat mendengar kerincingan kereta santa. Film ini sebenarnya sederhana, tetapi entah kenapa memberi makna yang khusus bagi diriku. Mungkin karena aku juga sudah lama tidak lagi percaya pada Santa Clauss ataupun keajaiban yang serupa. Film ini menggelitik jiwaku dissat kecil, aku tiba-tiba merindukan kepolosanku saat masih kecil, aku ingin kembali di saat aku masih percaya pada semua keajaiban dan kebahagiaan. Well, mungkin itulah indahnya Natal. Iya kan?

Tamu yang pertama datang adalah keluargaku sendiri, mereka baru saja datang dari New York yang terdiri dari pho-pho (nenek), Tante dan Om beserta sepupuku, Marsha. Lalu, teman cie-cieku dari Delaware, tempat cie-cie kuliah untuk mengambil gelar MBA dulu. Mereka berdua yang juga berasal dari Indonesia sudah menikah dan membawa anak mereka Andrew, yang lansung menjadi pusat perhatian di malam natal ini. Kemudian juga hadir Kawasaki Ikuko, teman akrab cie-cieku yang juga temanku yang berasal dari Jepang. Tapi jangan salah, dia tidak ada hubungannya dengan perusahaan otomotif besar berasal dari Jepang yang juga bernama Kawasaki (kami sudah pernah menanyakannya.. hehe). Sebenarnya ada satu lagi teman yang diundang, tetapi dia berhalangan hadir malam itu.

Setelah semuanya hadir, kami memulai acara makan malam, yang menurutku sih, agak berlebihan mengingat jumlah orang yang menghadiri pesta kecil-kecilan ini. Menu sangat banyak, mulai dari pempek yang khas Palembang, kota asal kami, sampai dengan pasta ala Amerika. Sambil makan, kami juga melakukan aktivitas lain yang terbagi menjadi dua grup. Yang satu grup dewasa di meja makan, yang satu lagi adalah grup yang dapat terbilang grup anak muda di depan televisi. Tentu aku termasuk di grup yang kedua, bersama dengan Marsha, Andrew, dan Amit. Kami bermain sembunyi bola, tentu yang jadi objek adalah Andrew. Lucunya, Andrew sangat senang menganggap semua benda yang disukainya sebagai miliknya, termasuk bola yang kita mainkan. Jadi, kata-kata yang paling sering diucapkannya adalah “it’s mine”. Maklumlah, walaupun ortunya Indo, tetapi berhubung dia lahir dan dibesarkan di USA, dia hanya bisa berbahasa Inggris walaupun juga mengerti sedikit Bahasa.

Setelah malam semakin larut, cie-cie dan Amit mengenakan topi Santa Clauss dan mulai membagi-bagikan hadiah untuk semua yang hadir. Hadiahnya bermacam-macam, yang dewasa umumnya mendapatkan tas, sedang kami yang masih muda mendapatkan hadiah coklat dan permen. Rupanya, aku juga mendapat hadiah tambahan dari Ikuko! Dia memberikan aku sebuah syal dan sebuah celana tidur. Aku senang sekali, sudah lama sih aku mengidamkan untuk memiliki syal, tapi belum kesampaian. Rupanya Natal kali ini, impianku ada yang terkabul. Kita membuka semua kadonya bersama, aku membuka kadoku di samping Andrew. Lucu juga melihat wajahnya yang langsung tersenyum senang saat melihat isi kadonya.

Saat-saat seperti ini sungguh jarang dalam hidupku. Entah telah berapa tahun aku tidak pernah merasakan Natal seindah ini, merayakannya dengan seluruh keluargaku, makan bersama, membuka kado bersama,… Yah walaupun aku juga merayakannya dengan teman baru yang baru kutemui beberapa jam yang lalu, tetapi benar-benar terasa seperti merayakan dengan keluarga dekat saja. Lalu, tiba-tiba aku mendengar suara kerincingan samar-samar, seperti suara lonceng-lonceng kecil. Walaupun mungkin hanya bayanganku saja, tapi aku yakin, aku benar-benar mendengarnya. Mungkinkah itu suara lonceng kereta Santa Clauss?? Mungkin juga, tetapi hadiah yang kuterima bukan berupa benda yang dapat disentuh, tetapi berupa pengalaman Natal yang indah. Ya, ini adalah hadiah yang terbaik.

Setelah selesai membuka kado bersama, cie-cie dan Amit mengeluarkan sebuah kue Natal. Yah, berhubung kita semua sudah pada kenyang, jadi kami semua hanya makan kuenya sedikit saja. Hehe… Lalu tamu-tamu pun mulai berpamitan pulang. Saat Andrew mau pulang, dia memberikan good bye kiss kepadaku dan Marsha. Yah, walaupun itu adalah ciuman yang amat sangat basah, tapi aku senang sekali, soalnya dari dulu, aku sangat mudah jatuh cinta pada anak kecil, terutama ya.. yang seperti Andrew. Lagian, wajar saja lah kalau ciuman itu jadi terasa sangat basah, soalnya anak seumur Andrew kan memang banyak banget air liurnya…

Yap, ini adalah pengalaman Natal terindah, dengan suasana sederhana tetapi sangat hangat walaupun cuaca saat itu adalah Winter.. hehe..

^-^

Tuesday, December 19, 2006

holiday.. (reflection)

liburan kali ini aku mengunjungi cc ku, skalian juga menghadiri pernikahannya tanggal 26 december ntar..
liburan ini kuhabiskan bersama keluargaku.
ok, benar" keluargaku, lengkap.

Kelengkapan ini baru saja dapat diwujudkan setelah... em... sekitar 12 tahun.!!!
soalnya cc aku dah pergi kuliah ke Bandung, trus langsung lanjut lagi mengambil gelar Master di Delaware, USA. Lalu bekerja dan tinggal di Atlanta sampai sekarang.
Ditambah lagi koko-ku yang juga pergi kuliah ke Jakarta dan sekarang telah berkeluarga di sana.
tinggallah aku seorang diri di Palembang, mau bilang apa lagi, memang sulit bila kamu anak bungsu di keluarga, ditambah lagi bila jarakmu dengan saudara"mu itu... dapat dikatakan sangat jauh.
dengan cie" 13 tahun dan koko 9 tahun.

Jadi, saat mereka sudah sangat dewasa, tinggallah aku sendiri di umur penghujung kedewasaan.
mungkin yang paling tepat adalah lagunya Britney Spears, "I'm not a girl, not yet a woman".
aku sekarang memang masih remaja, 17 tahun. tapi sudah tidak dapat dikatakan anak kecil lagi. akupun juga menolak bila masih disebut sebagai anak kecil. akupun akan kesal bila masih diperlakukan sebagai anak kecil. kau sudah dewasa!
tapi aku juga harus mengakui kalau aku belum dapat dikatakan benar" dewasa. aku bukan seorang wanita, well, not yet. secara biologis, ya aku sudah menjadi seorang wanita, tapi secara psikologis, aku masih berada diantaranya. aku beranggaan aku sudah dewasa, tapi aku masing suka ber-senang" dan ber-main", aku sama sekali tidak siap bila disodorkan seorang bayi untuk diurus. aku memang suka anak kecil, tapi... aku belum memiliki tanggung jawab yang cukup.
Secara hukum pun aku masih berada diantara, beberapa hukum sudah mensahkan kedewasaanku yang menginjak umur 17 tahun, tetapi masih ada juga hukum yang belum menyatakan kedewasaanku sebagai seorang manusia. aku baru akan benar" dewasa 4 tahun lagi, saat aku berumur 21 tahun.
...

well, kembali berkumpul satu keluarga seperti ini menyenangkan juga, aku jadi seakan kembali bernostalgia, walau sekarang semuanya telah berubah.
aku sudah bukan seorang gadis kecil yang harus dijaga dan diurus sepanjang waktu seperti 12 tahun yang lalu. cie" bekerja setiap hari dan telah memiliki suami yang tinggal bersama kita. koko juga bukan seorang anak remaja yang egois dan selalu menggangguku setiap saat. Sekarang ia sudah menjadi seorang ayah yang memiliki tanggung jawab. papa juga sudah tidak semuda dulu.
semuanya telah berubah.

ini adalah sebuah reuni yang entah kapan dapat terjadi lagi.
bagai sebuah gerhana matahari yang jarang terjadi. dan kalaupun terjadi entah dimana, tidak dapat disaksikan di seluruh bumi kan..?
Maklum saja, lokasi keluarga sudah terpencar, masing" memiliki urusan sendiri.
tahun depan aku akan kuliah entah di mana.
cie" tinggal dan bekerja di Atlanta, USA.
koko tinggal di Jakarta.
Mama dan papa masih di Palembang.
...
tampaknya reuni bukanlah suatu hal yang mudah...

Liburan kali ini adalah liburan untuk keluarga.
Nikmati saja, soalnya.. entah kapan kan akan terjadi lagi...
mungkin 10 tahun lagi,
atau...
bahkan lebih lama lagi..
...

dan apabila saat itu tiba..
semuanya akan jauh lebih berbeda lagi.
tidak akan ada yang sama.
...

rupanya kenangan masa lalu, hanya masa lalu
tidak akan kita dapatkan lagi
...

waktu telah mengubah segalanya.
^-^

Wednesday, November 15, 2006

puisi lagi..

Religi/KeTuhanan

Allah ku

Syukur
Saat ku bersungkur
Atas berkahMu
Dengan penuh syahdu
Walau tak kumengerti
Rencana ilahi
Tetapi ku yakin
Kesempurnaannya
Dalam batin
Ku berpasrah
Dikau maha segalanya
Kau beri ku suka cita
Sesama untuk tertawa
Bianglala untuk mega
Dalam sedu sedan ku memanggil
Dikau selalu hadir
Pendengar yang setia
Kunci setiap masalah
Setiap waktu pun
Aku milikMu

November 8, 2006
Puisi ini kembali kubuat atas tugas dari Pak Kasdi Haryanta, guru Bahasa Indonesia ku. Ini adalah tema tentang Tuhan.

Spirit Fight/Daya Juang

Sayap yang Patah

Ku bagai burung kecil
Di sebuah sarang mungil
Bermimpi dapat terbang
Bagai layang-layang
Seekor burung pun datang
Mengajariku melayang
Seketika matahari bersinar cerah
Aku bersiul ceria
Sayapku menguat
Tekadku bulat
Tetapi…
Belum sempat kucicipi
Terbang yang tinggi
Angin besar menghempas
Aku terjatuh
Terhempas ke tanah
Sayapku patah
Ia terbang menjauh
Hatiku perih
Aku marah
Untuk apa asa?
Bila akhirnya
Hancur yang terasa
Embun mata mengalir
Bagai tiada akhir
Lalu aku sadar
Nafasku masih berjalan
Aku mencari arah
Aku akan bertahan
Walau kaki menjejak tanah

November 6, 2006
Puisi yang satu ini kubuat dengan mengingat pengalamanku yang sangat menyedihkan saat akhir tahun ajaran kelas X. Dimana mimpiku sejak kecil hancur berkeping-keping begitu saja saat aku sama sekali tidak memiliki antisipasi untuk hal itu. terlebih lagi sebelum itu aku merasa mimpiku akan menjadi kenyataan. Well, itu mungkin berlebihan, tepatnya, aku merasa selangkah lebih maju mendekati mimpiku itu. aku sudah merasakan yang namanya terbang melayang, tetapi... tiba-tiba saja hancur berantakan. mungkin puisi ini menggambarkan dengan tepat semua perasaanku saat itu.

Saturday, November 11, 2006

Cinta Ilmiah

Cinta

Cinta Ilmiah
By: Vivienne

Orang Yunani percaya
Cupid adalah dewa cinta
membawa busur dan panah
Membuat hati terjatuh

Kini manusia
Lebih percaya ilmiah
Cinta hasil reaksi kimia
Dengan bantuan hormon
Mengaktifkan adrenalin
Mengacaukan logika
Canda bagai katalis
Doa adalah indikator
Bagai gravitasi menarik benda
Dikau menarik mata
Membiaskan cahaya
Memperindah mega
Pendaran asa
Seperti dorongan gaya
Tak tersubstitusi
Tak tereliminasi

Bila cinta tlah bersua
Bagai reaksi magnesium dan oksigen
Dalam pekat gulita
menghasilkan
Kilauan cahaya putih

November 8, 2006
Note:
puisi ini dibuat untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia dari Pak Kasdi.
Aku hanya iseng saja ingin membuat puisi yang berbeda dari biasanya, lalu aku teringat pernah membaca sebuah karangan yang menggambarkan keadaannya dengan menggunakan istilah-istilah ilmiah dan hasilnya sangatlah menarik dan unik.
Walau harus membuka banyak buku referensi untuk mengerti apa maksudnya, tapi ternyata hal itu memberikan nilai intrinsik yang lebih dan cukup humoris.
Jadi aku hanya ingin mencobanya saja, dan ternyata memang lebih sulit daripada mengartikannya, karena terbukti aku harus membaca banyak referensi terlebih dahulu. hehe..
Well, tapi aku tidak menyesal dan ini pun menjadi puisi favoritku. hehe..
^-^

Sunday, November 5, 2006

Puisi Spontan

Cinta

By : Vivianne

ya,
kucinta engkau
wahai cinta
yang kemilau...

History:

Puisi ini dibuat secara spontan saat pelajaran berlangsung di sekolah. Saat itu kami baru saja selesai pelajaran Bahasa Indonesia dan membahas tentang puisi. Jadi, aku dan teman sebangku-ku, Christian Abednego, bercanda, dan dalam candaan itu kami membuat puisi, dan tersebutlah secara spontan olehku puisi singkat ini...
Setelah kupikir-pikir... boleh juga maknanya.
Sebuah rasa cinta kepada perasaan cinta itu sendiri, karena saat merasakan cinta, kita merasa bahagia, tanpa memandang siapa yang dicintai, perasaan cinta itu indah, sebuah ekspresi kepada rasa cinta itu sendiri.
Thanks to Mr. Kasdi Haryanta, guru Bahasa Indonesia kami...